Berita : Mahasiswa IAIN Usung Selang, Tolak Kenaikan BBM

Posted by Unknown Selasa, 15 Oktober 2013 0 komentar
LENSAINDONESIA.COM : Aksi unjuk rasa tolak BBM mampu menggeser puluhan mahasiswa dari Jl. Gubernur Suryo. Karena sebelumnya mahasiswa telah melakukan aksi unjuk rasa dengan tema “tolak kenaikan BBM” dan juga menuntut gratiskan pendidikan.
“20 persen dana dari APBN yang katanya untuk pendidikan tidak pernah terealisasi sekarang, ditambah lagi sekolah menjadikan dirinya sebagai sekolah berstandar internasional, tidak ada sama sekali kontrol pemerintah mengenai ini,” teriak mahasiswa IAIN, di depan Gedung Grahadi, Kamis (29/3/2012).
Puluhan mahasiswa IAIN yang mengatasnamakan dirinya Left Democration Force (LDF) membawa panci dan jerigen berukuran 50 liter, serta selang air dan melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan bahwa kenaikan harga BBm juga mencekik mahasiswa dan para wong cilik.
Sementara itu SPN (Serikat Pekerja Nasional) Jawa Timur masih menunggu untuk ditemui Gubernur dan sebagian mengatakan bahwa pihak Gubernur belum mau menemui buruh di Jawa Timur. “Kita akan tetap memaksa, kawan kawan buruh jangan berteduh, ayo teriak turunkan BBM dan buat Pergub Outsuorcing,” teriak salah satu buruh di depan gedung grahadi. dhimas

Baca Selengkapnya ....

Berita : Jatim Masih 'Bergolak' Tolak Kenaikan BBM

Posted by Unknown 0 komentar
Surabaya- Demonstrasi penolakan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Surabaya masih berlanjut. Pada Kamis (29/03) pagi ini hingga sore nanti, diperkirakan puluhan ribu massa bakal melakukan aksi unjuk rasa di titik-titik obyek vital seperti Gedung Negara Grahadi,Kantor Gubernur Jawa Timur,dan DPRD Jawa Timur.
Dari data yang masuk di Polrestabes Surabaya, diantaranya aksi unjukrasa itu diikuti buruh, Elemen Mahasiswa, dan Organisasi Politik itu meliputi aksi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) cabang Surabaya dengan 10 ribu massa.
Dandy Prayitno Ketua KSPSI mengatakan. Pihaknya akan memulai aksi sekitar pukul 10.00 WIB massanya akan berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan. Dengan titik berangkat dari Sier Rungkut, Karangpilang, dan Kenjeran di ikuti oleh sekitar 2.000 orang.
Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumisi) Surabaya diikuti sekitar 2 ribu orang juga akan berunjukrasa gabung dengan KSPSI Surabaya di depan kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan.
Tak hanya itu, Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jatim dengan sekitar seribu massa dari Surabaya, Jombang, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, dan Probolinggo pada pukul 11.00 WIB juga akan berunjukrasa di depan Gedung Negara Grahadi Jl. Gubernur Suryo.
Sementara dikalangan Mahasiswa, Gabungan massa Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Jatim, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jatim, Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jatim yang akan melakukan aksi di DPRD Jatim Jl. Indrapura mulai pukul 12.00 WIB. Diprediksi jumlah massa sekitar 300 orang.
Aksi unjukrasa juga datang dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jatim. Dengan massa sekitar 200 orang berunjuk rasa di depan kantor DPRD Jatim Jl. Indrapura sekitar pukul 12.00 WIB.
Persatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) Jatim dengan massa sekitar 200 orang berunjukrasa di kantor DPRD Jatim Jl. Indrapura sekitar pukul 12.00 WIB. Titik kumpul dari IAIN Sunan Ampel.
LDF diikuti sekitar 60 orangdengan korlap amer suteja di grahadi Pukul 10.00. Serta massa dari PDI-Perjuangan sby dengan titik kumpul kapuas 68, sby dan korlap Wisnu Sakti Buana dan datang sewaktu-waktu.
"Yang jelas, seperti kemarin. Polisi sudah disiagakan di masing-masing titik". Ujar Kasubag humas polrestabes Surabaya, Kompol Suparti saat dihubungi CentroOne.cOm.

Sumber : http://www.centroone.com/news/2012/03/5v/jatim-masih-bergolak-tolak-kenaikan-bbm/

Baca Selengkapnya ....

Berita : Warga Demo Perwakilan Amerika di Surabaya

Posted by Unknown 0 komentar
Senin, 20 November 2006 | 12:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ratusan orang dari berbagai elemen mahasiswa unjuk rasa di depan kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat. Mereka menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush yang dijadwalkan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, sore ini.

Aksi yang diprakarsai Left Democratic Force, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Serikat Rakyat Miskin Kota, itu membawa puluhan poster di antaranya berbunyi: Hapus utang luar negeri, Bush+SBY = Imperialis.

Aparat keanaman memblokir seluruh jalan masuk kantor perwakilan Polisi Dunia itu. Sehingga sekitar 200 pendemo hanya berorasi sejauh 100 meter dari kantor konsulat di Jalan Dr Sutomo Surabaya itu.

Miftahudin salah seorang pengunjuk rasa menyesalkan sikap pemerintah Indonesia yang menutup mata terhadap kejahatan dan pelanggaran hak asasi manusia Bush.

Pengamanan yang terlalu ketat merupakan sikap yang terlalu berlebihan. "Sampai-sampai harus mengorbankan kepentingan masyarakat di Bogor," tegasnya. Sampai berita ini diturunkan aksi demontrasi masih berlansung.

Sedikitnya 7 satuan setingkat kompi polisi dikerahkan.
"Sejumlah tempat yang identik dengan kepentingan asing di jaga aparat," ujar Kepala Bagian Operasi Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya, Komisaris Mega Suparwata.



Sumber : http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=BlBZUAsIVlUD

Baca Selengkapnya ....

Berita : Empat Pendemo Diamankan dalam Pelantikan Anggota DPRD Jatim

Posted by Unknown 0 komentar
Laporan:
 Diwarnai nyaris bentrok, upacara pelantikan anggota baru DPRD Jatim masa bhakti 2004-2009, Selasa (31/8). Insiden terjadi ketika sejumlah anggota Left Democratic Force (LDF) memaksa masuk ke halaman kantor Dewan dengan mendorong-dorong pintu masuk sehingga membuat pintu dari besi cukup berat itu nyaris roboh.

Surabaya, Pelita
Diwarnai nyaris bentrok, upacara pelantikan anggota baru DPRD Jatim masa bhakti 2004-2009, Selasa (31/8). Insiden terjadi ketika sejumlah anggota Left Democratic Force (LDF) memaksa masuk ke halaman kantor Dewan dengan mendorong-dorong pintu masuk sehingga membuat pintu dari besi cukup berat itu nyaris roboh.
Upaya petugas yang sejak pagi dengan ketat menjaga gedung DPRD, tidak dihiraukan. Akibatnya terjadi dorong-mendorong antara pengunjuka rasa dengan petugas. Puncaknya, karena mendapat perlawanan, petugas berusaha mengamankan pengunjuk rasa.
Kejar-kejaran di tengah jalan Indrapura pun berlangsung. Dalam kejadian tersebut sedikitnya empat demonstran diamankan ke pos jaga Satpol PP DPRD Jatim.
Peristiwa itu terjadi bersamaan waktunya ketika di ruang sidang utama DPRD Jatim, 100 anggota Dewan yang baru menjalani prosesi pelantikan dengan pengucapan sumpah dan janji. Pengucapan sumpah dan janji dipimpin oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jatim.
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jatim H Imam Utomo berikut anggota Muspida Jatim, pimpinan parpol/ormas. Sebelumnya, acara tersebut didahului dengan pemberhentian 100 anggota DPRD Jatim beriode 1999-2004.
Bersamaan waktunya, aksi unjuk rasa juga dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat. Diantaranya BEM ITS, BEM Unair, BEM Unibra, Masyarakat Bantuan Hukum (MBH) Jatim, KAMMI, IMM dan Forum Buruh Surabaya.
Kedatangan para demonstran ke kantor DPRD Jatim bertujuan menyampaikan aspirasi, terutama mengenai masalah pendidikan yang akhir-akhir ini membebani masyarakat. Khususnya, masyarakat miskin.
Mengejek petugas
Mengenai insiden yang sempat terjadi, Waka Polwiltabes Surabaya, AKBP Drs Bambang Sri Harwanto yang juga Kasat Gaspam menyatakan, meski demonstran sempat mengejek-ejek petugas untuk bisa masuk ke halaman DPRD Jatim, namun pihaknya tidak menghiraukannya.
"Kita cuma melihat dan itu memang pola pengamanan kita dalam menghadapi aksi unjukrasa kita pernah tidak melakukan kekerasan. Karenanya tidak seorangpun anggotanya yang dilengkapi pentungan atau senjata api", jelasnya.
Ia menyesalkan sikap pengunjukrasa yang memaksi untuk masuk ketika acara sedang berjalan, sebab untuk menerima aksi unjukrasa itu akan disediakan waktunya usai acara pelantikan. "Yang penting kan aspirasinya tersalurkan, dan untuk itu kan ada mekanismenya," tambahnya.
Usai acara pelantikan sejumlah perwakilan pengunjukrasa akhirnya memang diterima wakil beberapa anggota Dewan yang dipimpin oleh ketua sementara DPRD Jatim Drs H Fathorrosyid. Selain menyampaikan masalah pendidikan, wakil pengunjukrasa juga meminta para anggota Dewan menandatangani 'Kontrak Politik Dewan' berisi soal pendidikan. Enam anggota dewan yang baru langsung menandatangani kontrak politik sementara di luar ruang pertemuan enam anggota dewan lainnya juga ikut menandatangani.
Dalam dialog, anggota dewan yang baru saja dilantik, juga mendapat 'tugas' dari petani garam untuk memperjuangkan nasibnya akibat membanjirnya garam impor yang dulu dilarang masuk ke Jatim oleh gubernur. "Insya-Allah dalam dua minggu kedepan, masalah itu sudah akan kita bahas dengan gubernur," janji Fathorrosyid.
Sementara mengenai masalah dana pendidikan yang dituntut elemen mahasiswa, DPRD akan membahasnya sesuai mekanisme. "Pokoknya semua aspirasi akan kita perhatikan," tandasnya yang juga disetujui oleh Eddy Wahyudi dari Partai Golkar, Saleh Mukadar (PDI-P) dan anggota lainnya. (sub)

Sumber : http://www.pelita.or.id/cetakartikel.php?id=26299

Baca Selengkapnya ....

Berita : Polisi Pulang, Mahasiswa Masuk Halaman Grahadi

Posted by Unknown 0 komentar
SURABAYA, KOMPAS.com - Hari ini, Senin (12/3/2012) petugas kepolisian di Surabaya direpotkan oleh mahasiswa yang menggelar aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Setelah berhasil membubarkan aksi yang berlangsung di tengah jalan, polisi masih harus mengusir aksi mahasiswa yang berhasil menerobos masuk ke halaman Gedung Negara Grahadi.

Mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) itu berhasil masuk ke halaman Gedung Negara Grahadi sesaat setelah polisi memutuskan kembali ke markas, karena aksi sebelumnya yang digelar LDF dan Kamus PR Surabaya sudah bubar.

Puluhan mahasiswa yang berhasil masuk melalui salah satu pintu utama gedung milik negara itu langsung duduk melingkari tugu tiang bendera dan menggelar orasi yang berisi hujatan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, karena berani mengambil kebijakan menaikkan harga BBM. ''Tidak ada pilihan lain, SBY-Boediono harus turun sekarang juga,'' kata Ketua Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMND) Jawa Timur, Mulyadi.

Mendapat informasi aksi nekad mahasiswa yang tidak ada izin tersebut, puluhan polisi dari petugas gabungan Polsek Tegalsari, Genteng, dan Mapolrestebes Surabaya langsung kembali ke tempat semula.  Mereka lalu memaksa mahasiswa keluar dari area Gedung Negara Grahadi.

Beberapa pukulan sempat mendarat ke beberapa peserta aksi yang menolak untuk keluar dari area terlarang bagi pengunjuk rasa itu. Polisi bahkan harus mendorong dan menarik mereka satu persatu agar segera keluar dari halaman Grahadi. Aksi mahasiswa dengan isu yang sama beberapa saat sebelumnya terpaksa dibubarkan polisi, karena mereka memaksa menggelar aksi di tengah jalan, yang menimbulkan kemacetan di jalan Gubernur Suryo Surabaya tepat di depan Gedung Negara Grahadi.

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2012/03/12/16554838/Polisi.Pulang.Mahasiswa.Masuk.Halaman.Grahadi

Baca Selengkapnya ....

Sekilas Tentang Left Democratic Force (LDF)

Posted by Amar Suteja 0 komentar
Ketika kita berusaha memaknai nama LDF maka ada dua pemaknaan. Yang pertama, memaknai secara epitimologi dan yang kedua secara terminologi. Secara epitimologi, Left Democratic Force tersusun dari tiga buah kata yang berasal dari bahasa inggris yaitu left, democtatic dan force yang jika diartikan kedalam
bahasa Indonesia adalah Kiri, Demokrasi, dan Pasukan. “Kiri” adalah sebuah kata yang diasosiasikan dengan orang-orang yang berhaluan sosialis, atau yang juga bisa diasosiasikan sebagai simbol perlawanan. “Demokrasi” akar katanya
berasal dari bahasa Yunani, Demos dan Cratos, yang bisa diartikan sebagai kekuasaan rakyat. Yang terakhir,  menurut KBBI3 “Pasukan” adalah kelompok atau golongan prajurit (Laskar, dsb). Secara keseluruhan, Left Democratic Force berarti “ the people on the left side who are ready to struggle for democracy[1]

Secara terminologi Left Democratic Force adalah sebuah organisasi yang gerakannya memfokuskan diri memperjuangkan demokrasi di Indosnesia secara absolute karena demokrasi memiliki gagasan atau pandangan hidup yang  mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama
bagi semua warga negara. Berbicara mengenai pembelaan kepada rakyat tertindas, maka perlu sebuah system yang berfungsi sebagai media untuk memanifestasikan pikiran-pikiran dan konsep-konsep gerakan. Demokrasi dilihat dari segala aspek, baik dari aspek historis, kemanusiaan, persamaan, dsb layak menjadi sebuah media bagi gerakan yang memperjuangkan keadilan bagi rakyat.

Left Democratic Force berdiri pada tanggal 25 maret 2002 yang di tandai dengan deklarasi pendirian yang dilakukan bersamaan dengan aksi demonstrasi di depan POLDA Jatim dan pembacaan manifesto gerakan di Gelanggang Mahasiswa (GEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya. Left Democratic Force muncul sebagai bentuk keprihatinan para aktivis gerakan di surabaya atas kondisi para organisatoris yang mulai cenderung terjub ke politik praktis pasca penggulingan rezim orde baru.

Left Democratic Force adalah lanjutan perjuangan rakyat tertindas dengan syarat-syarat dan dalam bentuk-bentuk baru melawan para penguasa penindas dan melawan kekuatan agresif ketidakadilan yang mendera masyarakat sampai saat ini. Left Democratic Force dengan demokrasi yang diperjuangankannya memiliki tiga segi pokok dalam memanifestasikan gerakannya. Pertama, bersama rakyat berusaha membasmi para penguasa yang tidak pro dengan rakyat. Kedua, berusaha membebaskan kaum pekerja, petani, nelayan, dan golongan-golongan tertindas lainnya dari pemerasan kaum kapitalis. Ketiga, bersama rakyat berusaha membangun masyarakat baru, yaitu masyarakat madani (civil society).

Secara garis besar, left democratic force memiliki prinsip-prinsip yang terangkum dalam 5 prinsip dasar organisasi yang disaring dari pancasila dasar negara, yaitu :

1.      Ketuhanan,
2.      Keadilan,
3.      Persatuan,
4.      Kebebasan,dan
5.      Persamaan.

Kelima prinsip dasar tersebut, jika mampu diterapkan secara komprehensif diseluruh lini kehidupan Berbangsa dan Bernegara, maka akan terwujud masyarakat yang makmur sesuai dengan cita-cita system demokrasi.






Konsep akan tetap menjadi konsep ketika ternyata tidak ada yang berusaha merealisasikan. Oleh sebab itu organisasi ini bernama Left Democratic Force bukan sekedar democratic force, karena left merupakan symbol alternative yang selalu berusaha aktif digarda depan menjadi pelaku perubahan. Mengutip kalimatnya Karl Max “semua orang mampu menginterpretasikan dunia tapi pertanyaannya adalah siapa yang akan merubah dunia?”. Maka Left Democratic Force-lah jawabannya.






[1] Dalam bahasa Indonesia : orang-orang
kiri yang siap berjuang mempertahankan demokrasi.


Baca Selengkapnya ....

Aksi Penolakan Kenaikan BBM 2012

Posted by Amar Suteja Senin, 14 Oktober 2013 0 komentar















Baca Selengkapnya ....

Tweet Us!

You May See This !

Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Left Democratic Force (LDF).